Hubungan Antara Seni Beladiri dengan Hukum Newton

Anda tahu hukum Newton? Hukum yang menjelaskan pergerakan suatu masa (benda) ini dicetuskan oleh Sir Isaac Newton pada tahun 1687.

Untuk dapat memahami hukum tersebut dengan baik, kita perlu tahu apa itu gerakan dan apa yang menyebabkannya. Gerakan (motion) adalah masa/benda yang berpindah tempat.

Gerakan hanya dapat terjadi jika ada gaya, tetapi tidak semua gaya mampu menggerakkan suatu benda. Untuk dapat menggerakkan atau menghentikan gerakan suatu benda, gaya tersebut harus "mengalahkan" resistensi dari benda tersebut untuk berubah (tetap diam atau tetap bergerak dengan kecepatan konstan). Dalam ilmu fisika resistensi ini disebut sebagai inersia (Hukum Pertama Newton).

Untuk menghitung berapa besar gaya yang dibutuhkan, kita harus mengetahui hubungan antara masa dan percepatan (Hukum Kedua Newton).

Apa yang akan terjadi jika sebuah benda yang sedang bergerak bertumbukan dengan benda lain? Akibat dari tumbukan sangat tergantung pada masa kedua benda tersebut dan apakah benda kedua (yang ditumbuk) diam atau bergerak. Tetapi satu hal yang pasti, energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan (Hukum Ketiga Newton).

Image dari flickr.com
Salah satu contoh aplikasi dari Hukum Newton adalah seni beladiri. Seni beladiri adalah suatu cara bertarung yang tersistematisasi yang digunakan untuk mengalahkan atau bertahan terhadap serangan lawan. Akan tetapi seni beladiri tidak hanya melatih praktisinya untuk kuat secara fisik, seni beladiri juga melatih praktisinya untuk kuat secara mental spiritual.

Kekuatan dan efektivitas seni beladiri ternyata mempunyai hubungan erat dengan ilmu pengetahuan termasuk Hukum Newton. Tanpa pemahaman tentang ilmu pengetahuan, akan sangat sulit bagi seorang praktisi seni beladiri untuk berkembang. Gerakan bisa ditiru tetapi tanpa pemahaman akan makna gerakan tersebut, kita tidak akan mendapatkan hasil yang kita inginkan. 

Hukum Pertama Newton: Inersia
Hukum pertama Newton menyatakan bahwa: "Suatu benda dalam keadaan apapun (bergerak ataupun diam) akan tetap seperti itu jika tidak ada gaya yang mempengaruhinya". Inersia adalah suatu gaya yang menyebabkan suatu benda tetap berada pada tempatnya atau tetap bergerak dengan kecepatan konstan. Untuk menggerakkan atau menghentikan gerakan suatu benda, gaya yang bekerja pada benda itu harus sama dengan atau lebih besar dari inersia.

Image dari flickr.com
Dalam seni beladiri, kuda-kuda dan cara kita bergerak adalah aplikasi dari Hukum pertama Newton. Sebelum dapat melakukan pukulan, tendangan, ataupun tangkisan yang baik kita harus mempunyai pondasi yang kuat dan stabil. Pondasi (baca: kuda-kuda) ini tidak akan berubah kecuali ada gaya yang mempengaruhinya. Seorang praktisi beladiri tidak akan bergerak ataupun mengubah kuda-kudanya bila tidak diperlukan. Masatoshi Nakayama, salah seorang murid pertama Gichin Funakoshi mengatakan: "The ability to counter an attack, under any circumstances, depends largely on the maintenance of correct form. For techniques to be fast, accurate, and smoothly executed, they must be launched from a strong and stable base."

Jika sebuah serangan telah dilakukan, serangan tersebut akan tetap melaju ke arah lawan bila tidak ada gaya yang mempengaruhinya. Bila seseorang tidak bisa menghindar atau menangkisnya, maka serangan tersebut akan mengenainya.

Hukum Kedua Newton: F = ma
Gaya (F) adalah hasil perkalian dari masa (m) dan percepatan (a). Tanpa adanya masa dan percepatan, tidak akan ada gaya. Gaya dan percepatan adalah dua vektor di dalam hukum ini. Arah dari vektor F akan sama dengan arah dari vektor a.

Untuk memperbesar gaya, kita harus memperbesar masa dan/atau percepatan. Masa dan percepatan ini mempunyai kaitan yang sangat erat dimana bila salah satu meningkat maka yang satunya harus menurun.
Dalam seni beladiri, kita tidak mempunyai kemampuan untuk meningkatkan masa tubuh kita saat menyerang, satu-satunya yang dapat diubah adalah percepatan dari serangan dan mentarget daerah anatomi tubuh yang lemah terhadap serangan. Tetapi kita harus berhati-hati karena apapun yang kita pukul, dia akan memukul balik dengan besar tenaga (gaya) yang sama dengan tenaga pukulan kita (Hukum Ketiga Newton). 

Hukum Ketiga Newton: Aksi - Reaksi
Hukum ketiga Newton menyatakan bahwa untuk setiap aksi yang diberikan, akan ada reaksi dengan besar yang sama dan berlawanan arah. Kalau ditulis dalam persamaan fisika maka F(aksi) = - F(reaksi).

Jika Anda memukul tembok dengan gaya sebesar 500 N, maka tembok tersebut juga akan 'memukul balik' kepalan tangan Anda dengan besar gaya yang sama (dan membuat Anda meringis kesakitan dan bergulung-gulung dilantai :-)). Tetapi tidak semua benda akan "memukul balik" bila Anda pukul, bola golf misalnya, Anda hanya akan menerima pukulan balik sebesar inersia bola golf tersebut. Kemana sisa gaya yang lain? sisa gaya yang lain akan berubah menjadi energi gerak dari bola golf tersebut.

Di dalam seni beladiri, hukum aksi - reaksi ini adalah hukum yang sangat penting. Inilah hukum yang menjadi alasan kita untuk menarik kembali serangan segera setelah mengenai sasaran. Hal ini akan meminimalisir waktu kontak serangan dengan target sehingga si penyerang akan menerima lebih sedikit reaksi dari aksi serangannya.

Tanpa disadari, sejak seni beladiri mulai dikenal oleh manusia, hukum-hukum alam termasuk hukum Newton ini telah teraplikasikan di dalamnya, bahkan sebelum hukum tersebut dirumuskan. Di masa modern ini banyak praktisi beladiri yang mempelajari konsep fisika dalam seni beladirinya untuk mengembangkan seni beladirinya ke level yang lebih tinggi, salah satunya adalah sersan Bill Miller anggota marinir Amerika yang menciptakan MCMAP (Marine Corps Martial Arts Program).

Demikian yang bisa saya bagikan, semoga bermanfaat. 


Sumber:
https://en.wikipedia.org/wiki/Newton's_laws_of_motion
www.amaorg.com/Articles/karate_science2.htm
https://thescienceclassroom.wikispaces.com/Martial+Arts+and+Newton's+Laws+of+Motion

Thanks for reading Hubungan Antara Seni Beladiri dengan Hukum Newton. Please share...!

About dudundeden

Previous
« Prev Post
    Blogger Comment
    Facebook Comment

No Spam, Please...!