"Dalam seni beladiri, ukuran dan kekuatan tubuh bukanlah masalah asalkan kita menguasai teknik".
Pernah mendengar pelatih beladiri Anda berkata seperti itu?
Walaupun ada benarnya, menurut saya pendapat tersebut kurang tepat. Kenapa saya bilang kurang tepat? Sekarang coba bayangkan -- misalnya postur tubuh Anda 160 cm dan 50 kg, sekuat apapun Anda berusaha Anda tidak akan mampu menandingi kekuatan seseorang dengan postur tubuh 170 cm dan 70 kg.
Ukuran dan kekuatan tubuh sangat berpengaruh dalam perkelahian.
![]() |
| Image dari pexels.com |
Tapi saya pernah melihat seorang sifu Taichiquan 'melemparkan' seseorang yang berbadan lebih besar darinya hanya dengan sedikit hentakan badan dan lecutan lengan. Kenapa bisa begitu? Karena sifu tersebut menggunakan teknik dan tenaga (bukan kekuatan) dengan tepat.
Jadi kekuatan dan tenaga itu beda?
Kekuatan (atau strength dalam bahasa Inggris) adalah kemampuan tubuh untuk melawan/mengatasi beban atau tekanan misalnya barbel seberat 50 kg, sedangkan tenaga (atau power) adalah kemampuan untuk menggunakan kekuatan dengan cepat, tepat, dan efisien. Kekuatan adalah atribut sedangkan tenaga adalah teknik... ya tenaga adalah teknik seperti halnya gyaku zuki, ushiro geri, putaran badan, dan teknik-teknik seni beladiri yang lain.
Kekuatan (atau strength dalam bahasa Inggris) adalah kemampuan tubuh untuk melawan/mengatasi beban atau tekanan misalnya barbel seberat 50 kg, sedangkan tenaga (atau power) adalah kemampuan untuk menggunakan kekuatan dengan cepat, tepat, dan efisien. Kekuatan adalah atribut sedangkan tenaga adalah teknik... ya tenaga adalah teknik seperti halnya gyaku zuki, ushiro geri, putaran badan, dan teknik-teknik seni beladiri yang lain.
Kenapa saya bilang bahwa tenaga itu adalah teknik? Untuk dapat mengeluarkan tenaga dengan cepat, tepat, dan efisien dibutuhkan waktu bertahun-tahun serta latihan yang lama dan terus-menerus -- sama halnya ketika Anda belajar untuk menguasai sebuah teknik.
Tetapi sayangnya banyak praktisi beladiri yang berlatih 'teknik' tersebut dengan cara yang salah. Mereka berpikir bahwa ushiro mawashi geri yang terlihat keren atau kicking pad yang berbunyi dengan keras saat terkena tendangan menandakan bahwa tendangan mereka sudah bertenaga, tetapi mereka akan kaget saat melihat seorang preman hanya tersenyum dan mengusap-usap pipinya setelah terkena tendangan mereka yang terlihat keren tersebut.
Sesuatu yang terlihat keren dalam latihan biasanya tidak berguna dalam pertarungan yang sebenarnya.
Tenaga adalah sesuatu yang harus dirasakan dan bukan hanya dilihat.
Pernah melihat seorang praktisi Jeet Kune Do melancarkan pukulan 1 inchi-nya yang terkenal itu? Pukulan yang terlihat nggak keren tapi bisa 'melemparkan' target serangannya? Atau pernah melihat seorang petinju yang meng-KO lawannya hanya dengan pukulan jab yang terlihat lemah dan tak bertenaga? Ditambah lagi mereka ini bukanlah orang-orang yang 'kuat', mereka bukanlah orang yang akan Anda mintai tolong untuk memindahkan kulkas misalnya.
Jadi bagaimana mungkin mereka melakukannya?
Jawabannya adalah tenaga/power. Tenaga muncul saat tubuh kita terlatih untuk menggunakan SELURUH otot, tendon, dan ligamen dalam setiap serangan yang kita lakukan. Seorang preman mungkin saja mempunyai lengan berotot yang sanggup mengangkat beban seberat 50 kg, tetapi bila Anda mampu membuat setiap otot, tendon, dan ligamen di dalam tubuh Anda untuk mengeluarkan tenaga sebesar 5 kg secara simultan/bersamaan saat memukul, Anda bisa menghasilkan tenaga pukulan yang lebih besar dari 50 kg.
Jawabannya adalah tenaga/power. Tenaga muncul saat tubuh kita terlatih untuk menggunakan SELURUH otot, tendon, dan ligamen dalam setiap serangan yang kita lakukan. Seorang preman mungkin saja mempunyai lengan berotot yang sanggup mengangkat beban seberat 50 kg, tetapi bila Anda mampu membuat setiap otot, tendon, dan ligamen di dalam tubuh Anda untuk mengeluarkan tenaga sebesar 5 kg secara simultan/bersamaan saat memukul, Anda bisa menghasilkan tenaga pukulan yang lebih besar dari 50 kg.
Tenaga muncul dari otot, tendon, dan ligamen yang bekerja secara simultan dan harmonis, dan Anda tidak perlu menjadi seorang yang kuat dan berotot untuk mempunyai tenaga yang besar.
Demikian yang bisa saya bagikan, semoga bermanfaat.
Demikian yang bisa saya bagikan, semoga bermanfaat.
Thanks for reading Kekuatan dan Tenaga, Sama atau Beda?. Please share...!
Previous
« Prev Post
« Prev Post
Next
Next Post »
Next Post »

No Spam, Please...!