Olahraga Saat Sedang Sakit, Amankah?

Anda adalah seorang yang 'gila' olahraga, merasa badan 'sakit semua' bila sehari saja tidak berolahraga, tetapi tiba-tiba Anda terkena flu. Apa yang akan Anda lakukan? Apakah Anda akan melewatkan jadwal joging atau jadwal latihan beladiri Anda dan menggantinya dengan berbaring di tempat tidur? Mari kita tanya Galileo (salut buat Anda yang tahu referensi asal kalimat ini :-)). 

Image dari pixabay.com
Apa itu sistem imun?
Virus, kuman, bakteri, parasit, dan jamur ada dimana-mana dan nggak mungkin bisa kita hindari. Mereka ini adalah penyebab dari beberapa penyakit yang sangat sering kita jumpai seperti flu, batuk, radang tenggorokan, radang telinga, sinusitis, tonsilitis, dan diare.

Untungnya tubuh kita mempunyai sistem imun yang selalu 'berperang' melawan para penyebab penyakit ini, tanpa sistem imun mungkin kita nggak akan pernah merasakan yang namanya hidup sehat.

Sistem imun sendiri ada dua macam yaitu: 

1. Sistem imun alami - sebagai lini depan pertahanan tubuh, sistem imun ini bisa bewujud fisik seperti lapisan mukus/lendir di lubang hidung, ataupun kimia seperti asam lambung. Sel darah putih/limfosit juga termasuk dalam sistem imun alami ini.

Sistem imun alami ini berkembang di usia anak-remaja. Menariknya wanita mempunyai sistem imun alami yang lebih kuat daripada laki-laki.

2. Sistem imun didapat - sebagai lini kedua bila sistem imun alami 'kalah' melawan infeksi. Sistem imun ini jauh lebih 'canggih' daripada sistem imun alami dan melibatkan sel-sel serta proses yang spesifik.

Sel yang berperan dalam sistem imun didapat adalah sel limfosit T dan sel limfosit B, dan percaya nggak percaya kedua sel ini mempunyai semacam 'ingatan'. Sekali mereka mengenali patogen (penyebab sakit) efektivitas mereka melawan patogen tersebut akan meningkat.

Sistem imun didapat inilah yang dipakai sebagai dasar imunisasi. 'Mengenalkan' tubuh dengan patogen (dalam dosis kecil) dan kedua sel ini (sel limfosit T dan sel limfosit B) akan tahu apa yang harus dilakukan ketika tubuh terpapar dengan dosis patogen yang lebih besar. 

Apa hubungan antara olahraga dengan sistem imun?
Sebuah penelitian yang meneliti hubungan antara kebiasaan berolahraga dengan kejadian sakit flu menemukan bahwa:
  • Individu yang tidak pernah berolahraga lebih sering sakit daripada individu yang rutin berolahraga.
  • Individu yang berolahraga dengan frekuensi sebulan sekali sampai dengan tiga kali seminggu paling sedikit menderita sakit.
  • Individu yang berolahraga lebih dari empat kali dalam satu minggu paling banyak menderita sakit.
Dengan kata lain terlalu sedikit atau terlalu banyak berolahraga bisa menurunkan daya tahan tubuh, sedangkan aktivitas olahraga yang 'sedang-sedang saja' akan meningkatkan daya tahan tubuh. 

Jadi jika sedang sakit kita boleh tetap berolahraga atau harus beristirahat?
Mari kita sepakati terlebih dahulu bahwa 'berolahraga' berbeda dengan 'melakukan aktivitas fisik'. Berolahraga adalah aktivitas yang membuat kita banyak berkeringat, menyebabkan napas menjadi ngos-ngosan, dan membuat kita merasa sedikit 'tidak nyaman'. Aktivitas ini akan menyebabkan stres pada tubuh. Saat badan kita sehat, tubuh akan dengan mudah beradaptasi, tetapi saat sedang sakit stres tersebut akan membuat tubuh --yang sedang bekerja keras melawan infeksi-- bekerja lebih keras lagi.

"Jika Anda merasa nggak enak badan, olahraga mungkin adalah sesuatu yang tidak ingin Anda lakukan, dan memang benar, memaksa tubuh yang sedang berjuang melawan infeksi bukanlah hal yang baik. Tetapi terkadang olahraga dengan intensitas ringan-sedang (seperti berjalan kaki, bersepeda [dengan kecepatan rendah], berkebun, dan berlatih chi gong atau taichi) bisa membantu Anda merasa lebih baik" jelas Richard Besser, MD, penulis buku Tell Me the Truth, Doctor: Easy-to-Understand Answers to Your Most Confusing and Critical Health Question.

"Gunakan 'neck rule'" tambah Besser, "Bila gejala flu/sakit Anda rasakan di atas leher, misalnya bersin-bersin, hidung tersumbat, hidung meler, atau sakit kepala ringan, olahraga masih aman dilakukan; tetapi bila gejala sakit tersebut Anda rasakan di bawah leher seperti demam, batuk, napas terasa berat, mual, muntah, diare, atau nyeri otot, sebaiknya Anda beristirahat selama beberapa hari hingga kondisi Anda membaik".

Sumber:
www.precisionnutrition.com/working-out-when-sick
www.webmd.com/cold-and-flu/features/exercising-when-sick    

Thanks for reading Olahraga Saat Sedang Sakit, Amankah?. Please share...!

About dudundeden

Previous
« Prev Post
    Blogger Comment
    Facebook Comment

No Spam, Please...!