Anda yang rutin berolahraga tentunya paham benar bahwa pemanasan atau stretching adalah hal yang sangat penting dan tidak boleh ditinggalkan sebelum Anda berolahraga (entah itu angkat beban, latihan kardio, ataupun latihan beladiri).
Dengan melakukan pemanasan, tubuh Anda terutama otot dan persendian akan 'dipanaskan' sehingga siap melakukan aktivitas olahraga yang berat. Walaupun sudah banyak penelitian yang menunjukkan bahwa pemanasan dinamis lebih baik daripada pemanasan statis, saya masih banyak melihat olahragawan/wati yang tetap 'old school' melakukan pemanasan statis (bahkan di dojo seni beladiri saya sendiri).
![]() |
| Image dari pixabay.com |
Bagi Anda yang belum tahu apa itu pemanasan statis dan apa itu pemanasan dinamis, berikut ini adalah penjelasannya.
Pemanasan statis adalah pemanasan yang dilakukan seperti ini: "tahan 10 hitungan, ganti sisi satunya". Pemanasan jenis ini mengharuskan kita untuk berdiri diam sehingga detak jantung dan aliran darah tetap lambat sehingga membuat tubuh secara keseluruhan kurang siap untuk melakukan aktivitas olahraga.
Sebuah penelitian menyebutkan bahwa pemanasan statis justru melemahkan otot dan membuat otot 'tidak mematuhi' perintah Anda bahkan setelah 30-60 menit setelah Anda melakukan pemanasan. Penelitian terbaru yang dilakukan di University of Nevada bahkan menyebutkan bahwa jika kita terbiasa melakukan pemanasan statis, kekuatan otot kita akan mengalami penurunan sampai dengan 30%.
Pemanasan dinamis adalah pemanasan yang dilakukan sambil bergerak, misalnya memutar pinggang ke kanan dan ke kiri secara bergantian, menolehkan kepala ke kiri dan ke kanan secara bergantian, dan sebagainya.
Jika Anda memang 'terpaksa' harus melakukan pemanasan statis, lakukanlah setelah melakukan pemanasan dinamis. Berikut adalah beberapa alasan kenapa pemanasan dinamis lebih baik daripada pemanasan statis.
1. Pemanasan dinamis akan meningkatkan detak jantung dan memperlancar aliran darah ke otot dan 'memanaskan' otot
1. Pemanasan dinamis akan meningkatkan detak jantung dan memperlancar aliran darah ke otot dan 'memanaskan' otot
Jika Anda melakukan pemanasan statis ketika otot-otot Anda masih 'dingin' hal itu sama dengan menarik-narik karet gelang yang sebelumnya disimpan di kulkas, otot Anda akan mudah sekali robek bahkan putus.
2. Pemanasan dinamis akan meningkatkan ROM (range of motion)
Jika Anda merasa kesulitan memegang pergelangan kaki Anda dalam posisi kaki selonjor, pemanasan dinamis akan membuat Anda lebih lentur.
Jika Anda merasa kesulitan memegang pergelangan kaki Anda dalam posisi kaki selonjor, pemanasan dinamis akan membuat Anda lebih lentur.
3. Pemanasan dinamis mempersiapkan otot Anda untuk bergerak
Walaupun pemanasan statis memang melemaskan otot dan sendi, hal itu tetap tidak ada hubungannya dengan jenis olahraga yang akan Anda lakukan, Anda tentunya berolahraga sambil bergerak bukan?
Walaupun pemanasan statis memang melemaskan otot dan sendi, hal itu tetap tidak ada hubungannya dengan jenis olahraga yang akan Anda lakukan, Anda tentunya berolahraga sambil bergerak bukan?
Entah olahraga Anda adalah bola basket, lari, ataupun latihan beladiri, pemanasan dinamis akan mempersiapkan otot-otot Anda untuk melakukan berbagai macam gerakan yang akan Anda lakukan saat berlatih ataupun bertanding.
4. Pemanasan dinamis akan menyiapkan Anda secara mental
Pemanasan statis bersifat merileksasi (karena itu lebih tepat disebut pendinginan dan dilakukan setelah selesai berolahraga), jangan melakukan pemanasan statis sebelum Anda berlatih atau bertanding karena akan membuat tubuh Anda 'memasuki' mode istirahat.
Pemanasan statis bersifat merileksasi (karena itu lebih tepat disebut pendinginan dan dilakukan setelah selesai berolahraga), jangan melakukan pemanasan statis sebelum Anda berlatih atau bertanding karena akan membuat tubuh Anda 'memasuki' mode istirahat.
5. Pemanasan dinamis meningkatkan tenaga dan performa otot Anda
Sebuah penelitian menyebutkan bahwa pemanasan dinamis akan meningkatkan kemampuan Anda untuk mengangkat beban ataupun melakukan aktivitas olahraga yang lain seperti lari, renang, dan lompat. Jika Anda ingin membangun masa otot, meningkatkan kesehatan jantung dan paru Anda, ataupun ingin lebih kompetitif, pemanasan dinamis adalah pilihan terbaik.
Pemanasan dinamis telah terbukti lebih baik daripada pemanasan statis dalam mempersiapkan tubuh Anda untuk melakukan aktivitas olahraga. Kurangnya pemanasan dinamis bisa menurunkan performa bahkan meningkatkan resiko cedera.
Sebuah penelitian menyebutkan bahwa pemanasan dinamis akan meningkatkan kemampuan Anda untuk mengangkat beban ataupun melakukan aktivitas olahraga yang lain seperti lari, renang, dan lompat. Jika Anda ingin membangun masa otot, meningkatkan kesehatan jantung dan paru Anda, ataupun ingin lebih kompetitif, pemanasan dinamis adalah pilihan terbaik.
Pemanasan dinamis telah terbukti lebih baik daripada pemanasan statis dalam mempersiapkan tubuh Anda untuk melakukan aktivitas olahraga. Kurangnya pemanasan dinamis bisa menurunkan performa bahkan meningkatkan resiko cedera.
![]() |
| Image dari flickr.com |
Demikian yang bisa saya bagikan, semoga bermanfaat.
Sumber:
www.ezianantucket.com/dynamic-warm-up/
greatist.com/fitness/full-body-dynamic-warm-up/
www.bodyscapesfitness.com/the-benefit-of-dynamic-stretching-vs-static-stretching/
www.ezianantucket.com/dynamic-warm-up/
greatist.com/fitness/full-body-dynamic-warm-up/
www.bodyscapesfitness.com/the-benefit-of-dynamic-stretching-vs-static-stretching/
Thanks for reading Pemanasan Statis vs. Pemanasan Dinamis. Please share...!
Previous
« Prev Post
« Prev Post
Next
Next Post »
Next Post »


No Spam, Please...!