Semakin populernya Mixed Martial Arts (MMA) membuat banyak praktisi beladiri yang 'tidak puas' dengan hanya mempelajari satu seni beladiri saja. "Di beladiri A saya tidak mendapatkan teknik grappling seperti di beladiri B, di beladiri B saya tidak mendapatkan teknik tendangan seperti di beladiri C", alasan seperti inilah yang paling sering menyebabkan seorang praktisi beladiri melakukan cross training.
![]() |
| Image dari flickr.com |
Mereka merasa ada yang kurang dengan salah satu seni beladiri sehingga berusaha 'melengkapinya' dengan mempelajari seni beladiri lain. Padahal kalau kita mau jujur, kita akan menyadari bahwa tidak ada seni beladiri yang 'sempurna' termasuk seni beladiri yang mungkin sedang kita tekuni saat ini.
Tidak ada yang namanya 'the ultimate martial arts', tidak ada seni beladiri yang lebih kuat dari seni beladiri lain, yang ada adalah praktisi beladiri yang lebih kuat dari praktisi beladiri lain. Anda bisa lihat buktinya di berbagai turnamen MMA seperti UFC, PFC, KFC, K1, dan sebagainya, di berbagai turnamen tersebut tidak ada satu pun seni beladiri yang mendominasi, setiap tahunnya selalu muncul juara-juara baru dari berbagai aliran seni beladiri.
Bukannya para fighter MMA mempelajari berbagai aliran seni beladiri dan bukan hanya satu aliran beladiri saja? Memang benar, tetapi sejauh pengamatan saya (walaupun saya bukan seorang ahli) sebagian besar fighter MMA mempelajari satu seni beladiri --yang benar-benar mereka dalami dan yang paling mereka kuasai-- sebagai dasar untuk kemudian mempelajari seni beladiri lain untuk melengkapi seni beladirinya tersebut, misalnya seorang karateka dan 5 yang kemudian mempelajari Brazilian Jiu-jitsu untuk menutupi 'kekurangan' karate dalam hal grappling dan ground fighting.
Jadi lebih baik mana? Belajar satu seni beladiri atau banyak seni beladiri? Sebenarnya sah-sah saja buat Anda untuk mempelajari bermacam-macam seni beladiri, tetapi menurut saya lebih baik Anda fokus pada satu seni beladiri sampai Anda (paling tidak) benar-benar menguasai dasar-dasar dari seni beladiri tersebut sebelum mempelajari seni beladiri lain, dan perlu Anda ingat bahwa untuk menguasai dasar dari sebuah seni beladiri dibutuhkan waktu bertahun-tahun, bukan hanya berhari-hari.
Akan lebih baik kalau Anda tidak mempelajari dua atau lebih seni beladiri dalam waktu yang bersamaan, misalnya sore hari Anda belatih seni beladiri A dan malam harinya Anda berlatih seni beladiri B karena Anda akan 'kebingungan' dan sulit untuk menguasai dasar-dasar dari masing-masing seni beladiri tersebut.
Akan lebih baik kalau Anda tidak mempelajari dua atau lebih seni beladiri dalam waktu yang bersamaan, misalnya sore hari Anda belatih seni beladiri A dan malam harinya Anda berlatih seni beladiri B karena Anda akan 'kebingungan' dan sulit untuk menguasai dasar-dasar dari masing-masing seni beladiri tersebut.
![]() |
| Image dari pixabay.com |
Saya pribadi lebih memilih untuk mendalami satu seni beladiri saja, kemudian dengan seni beladiri tersebut sebagai dasar, 'meneliti' seni beladiri lain baik itu teknik maupun filosofinya.
Saya sendiri selain mempelajari dan mendalami beladiri SK juga 'meneliti' bagaimana cara seorang petinju memukul, 'meneliti' cara seorang kickboxer menendang, 'meneliti' cara praktisi taichi mengolah napas dan chi-nya, dan sebagainya tetapi bukan untuk menggabungkan ataupun mencampuradukkannya tetapi lebih kepada sebagai tambahan pengetahuan untuk melengkapi pengetahuan yang saya dapatkan dari beladiri SK. Ini tidak berbeda dengan saat kita bersekolah SD-SMU dulu, kita bisa menjadi seperti sekarang karena saat bersekolah kita mendapatkan berbagai macam pelajaran tidak hanya matematika atau kimia saja.
Saya sendiri selain mempelajari dan mendalami beladiri SK juga 'meneliti' bagaimana cara seorang petinju memukul, 'meneliti' cara seorang kickboxer menendang, 'meneliti' cara praktisi taichi mengolah napas dan chi-nya, dan sebagainya tetapi bukan untuk menggabungkan ataupun mencampuradukkannya tetapi lebih kepada sebagai tambahan pengetahuan untuk melengkapi pengetahuan yang saya dapatkan dari beladiri SK. Ini tidak berbeda dengan saat kita bersekolah SD-SMU dulu, kita bisa menjadi seperti sekarang karena saat bersekolah kita mendapatkan berbagai macam pelajaran tidak hanya matematika atau kimia saja.
Selain lebih bisa fokus dan kata orang Tiongkok lebih mudah untuk mendapatkan 'intinya' (saya masih sangat jauh dari mendapatkan inti seni beladiri yang sedang saya pelajari), mempelajari dan mendalami satu seni beladiri juga sesuai dengan prinsip bushido yaitu sebuah prinsip atau jalan hidup ksatria.
Salah satu unsur dari bushido adalah "chugi" atau loyalitas yang menurut Wikipedia berarti rasa cinta dan kesetiaan kepada sebuah hal baik itu negara, kelompok, orang, ataupun hal lain. Kita tidak akan mungkin mempunyai rasa cinta dan loyalitas yang sama besar pada lebih dari satu hal.
Jadi saya tidak boleh belajar lebih dari satu seni beladiri? Sekali lagi boleh-boleh saja, tetapi akan ada banyak hal yang perlu Anda pertimbangkan, beberapa diantaranya adalah waktu dan tenaga Anda. Berlatih satu seni beladiri saja sudah cukup melelahkan dan menghabiskan cukup banyak waktu (walaupun mungkin Anda menikmati setiap rasa capek dan setiap detik waktu yang Anda habiskan ketika berlatih).
Kecuali Anda seorang atlet dan ingin mengikuti berbagai turnamen beladiri, saya pikir berlatih satu seni beladiri saja sudah cukup. Bukankah kita berlatih beladiri hanya untuk berjaga-jaga kalau terjadi hal yang memaksa kita untuk membela diri dan bukan untuk berkelahi? Belajar satu seni beladiri saja sudah bisa membuat Anda menjadi seorang pendekar tak terkalahkan jadi buat apa belajar banyak seni beladiri?
Setuju dengan saya?
Setuju dengan saya?
Thanks for reading Berlatih Satu Seni Beladiri atau Berlatih Macam-Macam Seni Beladiri. Please share...!
Previous
« Prev Post
« Prev Post
Next
Next Post »
Next Post »


No Spam, Please...!