Seni Beladiri dan Profesi/Pekerjaan

Di kalangan masyarakat luas, seni beladiri masih dianggap sebagai sesuatu yang mengajarkan kekerasan kepada para praktisinya. Kalau Anda sering membaca blog saya ini, Anda pastinya tahu bahwa anggapan tersebut adalah tidak benar. Justru banyak sekali manfaat yang bisa kita peroleh dari latihan beladiri, mulai dari olahraga, bela diri (tapi bukan untuk berkelahi), pengembangan diri, melatih kedisiplinan, melatih fokus dan konsentrasi, dan masih banyak lagi manfaat yang lain.

Di artikel kali ini saya akan menulis tentang pentingnya berlatih seni beladiri dan hubungannya dengan dunia profesi/pekerjaan. Berlawanan dengan pendapat umum, saya berpendapat bahwa berlatih seni beladiri sangatlah dibutuhkan terlepas dari siapa diri Anda dan apapun profesi Anda.

Image dari pixabay.com
Beberapa profesi seperti tentara, polisi, pengawal presiden, ataupun satpam jelas membutuhkan skill beladiri dalam menjalankan profesinya. Mereka-mereka ini tentunya akan banyak sekali mengalami situasi dimana keahlian beladiri akan sangat dibutuhkan. Seorang polisi misalnya, mereka akan sangat terbantu dengan kemampuan beladiri saat menghadapi penjahat/kriminal yang melawan saat hendak ditangkap.

Akan tetapi seni beladiri ternyata juga sangat dibutuhkan oleh profesi-profesi lain yang lebih 'damai' seperti guru/dosen/pengajar, pegawai administrasi kantor, petugas kebersihan, hakim, pengacara, bahkan seorang dokter.

Saya ambil contoh seorang dokter, dokter yang pekerjaannya adalah menolong orang, mengobati sakit, dan menyelamatkan hidup menurut saya justru sangat membutuhkan pengetahuan dan kemampuan beladiri.

Kenapa begitu? Dalam lafal sumpah dokter Indonesia terdapat kalimat yang berbunyi "Demi Tuhan saya bersumpah/berjanji bahwa saya akan merahasiakan segala sesuatu yang saya ketahui karena pekerjaan saya dan keilmuan saya sebagai dokter". Seorang dokter wajib menjaga rahasia pasiennya dan tidak akan memberitahukan rahasia tersebut kepada pihak ketiga kecuali atas persetujuan pasien.

Ilustrasinya seperti ini... seorang dokter (sebut saja Dr) yang sedang memeriksa pasiennya menemukan bahwa si pasien (sebut saja Markonah) sedang hamil muda. Markonah -- seorang perempuan yang sudah bertunangan -- mengaku bahwa dirinya tidak sengaja dihamili oleh tunangannya. Karena alasan tertentu Markonah mewanti-wanti Dr untuk merahasiakan kehamilannya tersebut dari keluarganya toh sebentar lagi mereka (Markonah dan tunangannya) juga akan menikah. Beberapa hari kemudian ayah dari Markonah datang ke tempat praktek Dr. Dengan sedikit emosi sang ayah (sebut saja Mukidi) bertanya tentang apa yang ditemukan Dr saat memeriksa anaknya. Dr yang mempersilakan Mukidi untuk menanyakan sendiri hal tersebut pada Markonah malah membuat Mukidi naik darah dan melayangkan bogem mentahnya kepada Dr. Dr yang menguasai seni beladiri berhasil menahan pukulan tersebut, menenangkan Mukidi, dan menjelaskan duduk perkaranya. Seandainya Dr tidak menguasai seni beladiri tentunya urusan tersebut akan berakhir panjang.

Dari ilustrasi tersebut kita bisa menarik kesimpulan bahwa profesi yang jauh dari kekerasan seperti profesi dokter sekalipun ternyata tidak menutup kemungkinan terjadinya aksi kekerasan. Akhir-akhir ini kita juga sering mendengar kasus seorang guru yang menjadi korban aniaya wali murid bukan karena kesalahan sang guru.

Apapun profesi Anda, Anda membutuhkan skill beladiri untuk bisa 'survive', apalagi di jaman seperti sekarang ini dimana tidak semua orang bisa diajak ngomong baik-baik.

Tetapi yang perlu diingat adalah selalu berusahalah untuk menyelesaikan masalah apapun dengan cara damai dan diplomasi serta jangan menjadi pihak yang mengawali terjadinya kontak fisik (perkelahian). Itulah juga yang menjadi salah satu ciri dari seorang pendekar, selalu mengedepankan solusi damai dan menggunakan ilmu beladirinya hanya dalam keadaan yang sangat terpaksa dan bila tidak ada pilihan lain.

Thanks for reading Seni Beladiri dan Profesi/Pekerjaan. Please share...!

About dudundeden

Previous
« Prev Post
    Blogger Comment
    Facebook Comment

No Spam, Please...!