Anda pastinya pernah mendengar seni beladiri asal Brazil yang cukup terkenal di dunia MMA 'kan? Bukan... bukan Capoeira melainkan Brazilian Jiu-Jitsu. Tetapi tahukah Anda bahwa seni beladiri ini (Brazilian Jiu-Jitsu) berakar dari Judo?
![]() |
| Image dari commons.wikimedia.org |
Sejarah singkat Judo
Olahraga Judo diciptakan oleh Jigoro Kano pada tahun 1882. Kano-sensei mengembangkan Judo dari berbagai aliran jujutsu yang dipelajarinya terutama aliran Tenshin Shin'yo-ryu dan Kito-ryu. Olahraga ciptaan Kano-sensei ini lebih menekankan latihannya pada 'randori' (perkelahian bebas) daripada 'kata' (perkelahian yang 'diatur') walaupun latihan kata juga ada di dalam kurikulum Judo.
Olahraga Judo diciptakan oleh Jigoro Kano pada tahun 1882. Kano-sensei mengembangkan Judo dari berbagai aliran jujutsu yang dipelajarinya terutama aliran Tenshin Shin'yo-ryu dan Kito-ryu. Olahraga ciptaan Kano-sensei ini lebih menekankan latihannya pada 'randori' (perkelahian bebas) daripada 'kata' (perkelahian yang 'diatur') walaupun latihan kata juga ada di dalam kurikulum Judo.
Judo mulai dikenal setelah diadakannya sebuah turnamen pada tahun 1886 yang mempertemukan 15 wakil dari Kodokan (perguruan Judo Kano-sensei) dengan perwakilan dari berbagai aliran Jujutsu. Dalam turnamen ini 13 wakil dari Kodokan meraih kemenangan dan sisanya berakhir seri. Keunggulan Judo atas berbagai aliran Jujutsu ini bertahan selama beberapa tahun sampai akhirnya Judo 'kena batunya' saat ditantang oleh salah satu aliran Jujutsu yaitu Fusen-ryu.
Berbeda dengan aliran Jujutsu lain yang pernah menantang Kodokan, para praktisi Fusen-ryu sangat ahli dalam ground fighting, bidang dimana Kodokan Judo (saat itu) sangat lemah. Dalam pertandingan, semua wakil Kodokan dikalahkan dengan ground fight/newaza. Hal ini membuka mata Jigoro Kano akan pentingnya newaza sehingga Kano-sensei kemudian mengundang Mataemon Tanabe (pewaris ke-empat Fusen-ryu Jujutsu) untuk mengajarkan newaza kepada murid-muridnya di Kodokan. Saat newaza mulai masuk ke dalam kurikulum Judo inilah seorang pemuda bernama Mitsuyo Maeda memulai pelajaran Judo-nya dibawah bimbingan Jigoro Kano.
Mitsuyo Maeda, salah satu petarung terbaik Kodokan
Mitsuyo Maeda adalah seorang jenius yang menjadi salah satu petarung terbaik Kodokan. Pada tahun 1904, Mitsuyo Maeda dikirim ke Amerika oleh Jigoro Kano untuk menyebarkan ajaran dan filosofi Judo. Di Amerika, Mitsuyo Maeda mengadakan banyak sekali pertandingan dengan praktisi beladiri dari berbagai disiplin ilmu termasuk gulat, tinju (boxing), sambo, savate, dan berbagai aliran beladiri lain. Mitsuyo Maeda juga terlibat dalam berbagai pertandingan semacam MMA dan bahkan (mungkin) pertarungan jalanan.
Setelah berkeliling dunia dan tak terkalahkan dalam ratusan pertandingan, Maeda memutuskan untuk pensiun dan menetap di Brazil serta mendirikan akademi Judo di sana. Judo versi Maeda ini unik karena ia menggabungkan berbagai teknik Judo dengan pengalamannya dalam ratusan pertandingan sehingga tercipta suatu seni beladiri yang realistis dan sangat efektif. Salah satu murid dari Maeda adalah Carlos Gracie.
Brazilian Jiu-Jitsu
Setelah berlatih di bawah bimbingan Maeda selama beberapa tahun, Carlos Gracie kemudian mendirikan akademi seni beladiri sendiri yang disebutnya Gracie Jiu-Jitsu/Brazilian Jiu-Jitsu. Prinsip dari seni beladiri ciptaan Carlos Gracie ini adalah "seorang yang berbadan kecil akan mampu mengalahkan orang lain yang berbadan lebih besar dan lebih kuat dengan penggunaan teknik yang tepat serta dengan membawa pertarungan ke 'tanah'".
Untuk membuktikan keefektifan seni beladirinya, keluarga Gracie mengirimkan salah satu anggota keluarganya yaitu Royce Gracie untuk mengikuti turnamen MMA pertama yaitu Ultimate Fighting Championship pada tahun 1993 dan menjadi juara dalam turnamen tersebut. Royce bahkan mempertahankan gelarnya dalam turnamen yang kedua dan menjadi juara lagi pada turnamen keempat. Kemenangan Royce Gracie ini mempopulerkan BJJ dan ground fighting ke dunia MMA.
Saat ini terdapat empat cabang utama dari BJJ yaitu Gracie Humaita, Gracie Barra, Carlson Gracie Jiu-Jitsu, dan Alliance Jiu-Jitsu.
Kalo memang BJJ berakar dari Judo, kenapa namanya Brazilian Jiu-Jitsu dan bukan Brazilian Judo?
Kano-sensei menyebut olahraga beladiri ciptaannya dengan Judo karena tujuan Kano-sensei menciptakan Judo bukan hanya untuk mengajarkan teknik-teknik 'berkelahi' tetapi juga untuk mendidik murid-muridnya menjadi manusia yang lebih baik, tetapi orang-orang Jepang masih terbiasa dengan istilah yang lebih populer yaitu jujutsu.
Kano-sensei menyebut olahraga beladiri ciptaannya dengan Judo karena tujuan Kano-sensei menciptakan Judo bukan hanya untuk mengajarkan teknik-teknik 'berkelahi' tetapi juga untuk mendidik murid-muridnya menjadi manusia yang lebih baik, tetapi orang-orang Jepang masih terbiasa dengan istilah yang lebih populer yaitu jujutsu.
Untuk mengetahui perbedaan antara akhiran 'do' dan 'jutsu' silakan Anda baca artikel saya Hal yang Harus Anda Ketahui tentang Beladiri
Ketika Maeda meninggalkan Jepang pada tahun 1904, Judo masih lebih dikenal sebagai Kano Jujutsu, sehingga ketika memperkenalkan 'Judo' ke Brazil Maeda memakai istilah 'Kano Jujutsu' dan bukan Judo. Helio Gracie sendiri mengaku bahwa dirinya tidak pernah mendengar istilah Judo sebelum olahraga tersebut 'secara resmi' masuk ke Brazil pada tahun 1950-an karena Maeda menyebut seni beladiri-nya dengan sebutan Jujutsu.
![]() |
| Salah satu poster pertandingan Maeda, perhatikan penggunaan istilah Kano Jiu Jitsu (sumber: wikipedia) |
Kenapa namanya bukan Brazilian Jujutsu kalau begitu?
Untuk mengetahui perbedaan antara jujutsu dan jiu-jitsu silakan Anda baca artikel saya yang berjudul Jujutsu atau Jiujitsu
Demikian yang bisa saya bagikan, semoga bermanfaat.
Demikian yang bisa saya bagikan, semoga bermanfaat.
Thanks for reading Sejarah Brazilian Jiujitsu. Please share...!
Previous
« Prev Post
« Prev Post
Next
Next Post »
Next Post »


No Spam, Please...!